LAMPUNG UTARA — Ada prinsip yang sejak awal dipegang teguh DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Lampung Utara: organisasi wartawan harus mampu berdiri dengan kaki sendiri.
Sejak berdiri pada 2020 hingga saat ini, AWI Lampung Utara menegaskan tidak pernah menjadikan Pemerintah Daerah sebagai tempat bergantung untuk mendapatkan kantor maupun fasilitas organisasi.
Bukan karena tidak bisa meminta.
Tetapi karena kami memilih untuk tidak mengemis.
Hubungan komunikasi dan silaturahmi dengan pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik. Namun bagi AWI, kedekatan dengan pemerintah bukan tiket untuk meminta fasilitas, bukan pula alasan untuk menggadaikan independensi organisasi.
“Kami wartawan, bukan pengemis fasilitas pemerintah. Kami lebih memilih kantor sederhana tetapi hasil keringat sendiri, daripada fasilitas mewah yang membuat kami kehilangan kebebasan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.”
Kalimat itu bukan sekadar slogan.
Ini adalah sikap.
AWI memahami bahwa pemerintah memiliki kewajiban besar melayani masyarakat. Anggaran daerah bukan milik organisasi tertentu, melainkan amanah yang penggunaannya harus kembali kepada kepentingan masyarakat.
Karena itu, AWI tidak ingin keberadaan organisasi menjadi beban bagi pemerintah.
Kami tidak meminta kantor.
Kami tidak mengemis fasilitas.
Kami tidak menjual kedekatan.
Dan kami tidak ingin independensi ditukar dengan kenyamanan.
Bagi AWI, hubungan dengan pemerintah adalah kemitraan dalam komunikasi, bukan hubungan ketergantungan.
Ketika pemerintah menjalankan program yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, AWI akan memberikan apresiasi.
Tetapi ketika ada kebijakan atau persoalan yang perlu dipertanyakan, AWI akan bertanya.
Jika ada informasi yang perlu diklarifikasi, AWI akan melakukan konfirmasi.
Dan ketika ada kepentingan masyarakat yang harus dikawal, AWI akan berdiri di sana.
Sebab kritik bukan permusuhan. Kontrol sosial bukan kebencian. Dan pertanyaan wartawan bukan berarti memusuhi pemerintah.
Justru dari ruang kritik yang sehat, pemerintahan dapat terus diperbaiki.
AWI Lampung Utara juga mengingatkan bahwa marwah organisasi wartawan tidak ditentukan oleh seberapa megah kantor yang dimiliki atau seberapa banyak fasilitas yang diperoleh.
Marwah organisasi ditentukan oleh integritas.(Awi)